Rossa Gandeng Penyanyi Singapura Taufik Batisah Garap Bukan Maksudku

Rossa Gandeng Penyanyi Singapura Taufik Batisah Garap Bukan Maksudku

Lagu yang dibawakan dengan musik bernuansa elektronik itu menjadi single penutup dari album A New Chapter miliknya.

Menariknya, lagu Bukan Maksudku merupakan hasil kerja sama Rossa dengan penyanyi asal Singapura, Taufik Batisah. Kolaborasi ini sukses melebur, di mana musik pop yang diusung Rossa dengan musik electronik yang kekinian.

Rossa – Bukan Maksudku | Official Video Clip
(YouTube/Trinity Optima Production)

“Taufik dan Rossa memang sudah bersahabat sejak lama. Dan saat Rossa ingin membuat album A New Chapter dengan konsep musik yang berbeda dari sebelum-sebelumnya, Taufik langsung memberikan dukungannya dengan membuatkan lagu ini,” kata Mhala selaku A&R dari Trinity Optima Production kepada JawaPos.com, Kamis (5/4).

Lagu yang dihasilkan setelah obrolan panjang dengan Taufik Batisah di Singapura ini memiliki makna yang cukup dalam. Bukan Maksudku menggambarkan perasaan mendua yang tidak jarang dialami oleh banyak pasangan. 



“Lagu ini tentang perasaan bersalah seseorang karena merasa terpikat dengan orang lain. Setiap mereka menghabiskan waktu bersama, keduanya selalu merasa bahagia. Tanpa disadari keduanya sebenarnya saling suka, walaupun keduanya sudah berpasangan,” ungkap Rossa

Proses pembuatan musik ini pun terbilang cukup unik karena melibatkan empat negara. Proses aransemen musik semua dilakukan di Singapura, rekamannya di Jakarta. Sementara proses mixing-nya dilakukan oleh Tatsuro Miller di Malaysia dan mastering oleh Steve Corrao di SAGE Audio, Texas, USA.

Video musik Bukan Maksudku juga digarap Rossa dan Taufik secara maksimal. Mereka menggandeng sutradara Sakti Mahendra untuk menghasilkan video yang juga tidak kalah menarik. Dengan menggunakan koreografi, video klip ini menjadi klip kedua Rossa yang bisa membuat siapapun yang menyaksikannya ikut berdansa. 

“Seperti biasa, lagu saya yang menggunakan lagu yang up beat pasti akan menggunakan koreografi. Tapi koreografinya cukup sederhana, saya sendiri hanya butuh satu hari untuk menyelesaikannya,” imbuh Rossa.


(ded/JPC)