Parasite, Drama Korea Visioner yang Berjaya di Festival Film Cannes

Parasite, Drama Korea Visioner yang Berjaya di Festival Film Cannes - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE – “Aku tidak pernah sekali pun membayangkan hal ini,” ungkap sutradara Bong Joon-ho, 49, di panggung Cannes Film Festival (CFF) 2019 pada Sabtu (25/5). Sambutan singkat itu mewakili kemenangan bersejarahnya yang meraih Palme d’Or, penghargaan tertinggi di festival film Cannes.

Parasite, film ketujuh Joon-ho sekaligus film ketiganya yang menembus Cannes, jadi wakil Korea Selatan pertama yang berhasil memenangkan piala palem emas di ajang tersebut. Tahun ini, perfilman Negeri Ginseng itu diwakili Parasite dan film action The Gangster, the Cop, the Devil.

Dia berharap banyak wakil Korsel lainnya di Cannes. “Mustahil memenangkan ini tanpa dukungan artis serta tim yang baik. Banyak talenta Korea yang bisa dan berhak memenangi Palme d’Or,” tegasnya. Joon-ho menilai, kemenangan itu akan membantu perfilman Korea lebih dikenal secara internasional.

BACA JUGA: Once Upon A Time in Hollywood Dapat Sambutan Meriah di Cannes



Kemenangan tersebut dirayakan keluarga besar Parasite. Park So-dam, aktris di film itu, mengunggah fotonya bersama CEO rumah produksi Bareunson Kwak Shin-ae, aktor Song Kang-ho, dan Joon-ho.

Dia mengucapkan selamat buat seluruh tim produksi dan cast film satir itu. “Aku kangen kalian semua. Waktu bersama kalian sangat menyenangkan,” tulis So-dam. Han Ji-min, Kim Go-eun, serta Yoo Ah-in ikut merayakan kemenangan Parasite di media sosial.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pun ikut bangga. Di Twitter, dia mengunggah surat resmi yang berisi ucapan selamat. Dia memberikan apresiasi kepada seluruh tim Parasite. Buat dia, kemenangan tersebut adalah kado manis seabad perfilman Korea. “Berita Palme d’Or yang kita dengar pagi ini jadi kado bagi insan perfilman yang mengantar industri hiburan dan penonton kita memiliki standar tinggi,” ungkap Jae-in.

Parasite mengisahkan tentang ketimpangan sosial di masyarakat Korsel. Tokoh utamanya adalah Gi Taek dan keluarganya yang seluruhnya menganggur. Mereka pun melihat kesempatan mengubah nasib saat si sulung Gi Woo bekerja sebagai guru les anak keluarga Park. Keluarga Gi berusaha mengeruk untung dari keluarga si murid yang superkaya itu. Tema sederhana tersebut dibalut dalam gaya dark comedy yang memukau dan penuh nilai moral.

Sumber : Jawa Pos