Meski Harus Kesurupan, Ussy Sulistiawaty tak Kapok Main Horor

RADAR MALANG ONLINE – Perdana main film horor, Ussy Sulistiyawati justru dibuat ketagihan. Menjadi peran utama dalam film produksi MD Pictures melalui anak perusahaan Dee Company dan Blue Water Film, berjudul Lukisan Ratu Kidul, Ussy mengaku tak kapok meski adegannya cukup melelahkan.

Ussy mengatakan, syuting Lukisan Roro Kidul membuatnya mendapat pengalaman berharga. Meski beberapa adegan action disisipkan untuknya, termasuk mencakar lukisan dan membanting lawan main.

“Kuku saya patah semua, berdarah. Cuma ya, biar lebih bagus aja nggak masalah,” kata Ussy saat press screening Lukisan Ratu Kidul di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/3).


Lukisan Ratu Kidul – Official Trailer
(YouTube/MD Pictures)

Apalagi, Ussy harus beradegan kesurupan. Menurutnya, itu adegan paling sulit sepanjang kariernya. Adegan itu sampai menghabiskan waktu 2 hari.

“Kesurupan juga kan, banting-banting Wafda Saifan sampai badan dia sakit beneran,” sambung Ussy.

Istri Andhika Pratama itu juga mengaku harus memakai softlens sepanjang adegan kesurupannya. Namun, hal-hal sulit tersebut tak membuatnya kapok main film horor.

“Pake softlens, iritasi nggak ada alhamdulillah. Ketagihan banget sih (main horor), sekali-kali lah ya. Biasanya kan Ussy itu terkenal standar ajah,” jelasnya.

Meskipun film ini mencatut nama Nyi Roro Kidul, namun cerita tidak sampai mengulas sosok Nyi Roro Kidul. Itu sebabnya, Ussy tak perlu melakukan riset mendalam untuk mengenal Nyi Roro Kidul.

“Sebenernya ini bukan tentang sejarah Nyi Roro Kidulnya, tapi impact apa yang terjadi jika kita melukis Nyi Roro Kidul?,” tandas Ussy.

Film Lukisan Ratu Kidul sendiri berkisah tentang Dimas (Teuku Zacky) dan Satria (Wafda Saifan) memiliki banyak pertanyaan ketika ayah, Brama Soedibyo, mereka meninggal.

Terlalu banyak hal yang dirahasiakan oleh Brama Soedibyo kepada anak-anaknya. Kakek mereka, Rusdi Soedibyo adalah seorang pelukis yang terkenal di tahun 80-an, kematian sang lbu yang tak pernah diceritakan, juga tentang sebuah rumah yang kini mendadak diwariskan kepada mereka. Serta tentang sebuah lukisan yang tersembunyi di rumah tersebut.

Film karya Ginanti Rona ini akan tayang di bioskop mulai 4 April 2019.

Editor           : Novianti Setuningsih

Reporter      : Yuliani