Lonceng Pernikahan, Liverpool, dan Selesainya Lagu Rapsodi JKT48

Lonceng Pernikahan, Liverpool, dan Selesainya Lagu Rapsodi JKT48

RADAR MALANG ONLINE – Grup idola JKT48 baru saja merilis single orisinal pertamanya yang berjudul Rapsodi di Teater JKT48, Rabu (22/1). Seperti diberitakan sebelumnya, lagu tersebut dibuat oleh Lale, Ilman, dan Nino (Laleilmanino). Ada berbagai cerita dibalik selesainya lirik yang kini dibawakan oleh Shani Indira Natio dan 15 member hasil pemilihan Senbatsu Sousenkyo (event pemilihan layaknya pemilu) itu.

Di Teater JKT48, Nino yang juga pentolan grup musik RAN mengatakan awalnya diminta untuk membuat lagu dengan tema besar jatuh cinta. Usai lagu itu jadi, Laleilmanino lantas bertemu dengan Creative Director JKT48 Toshiaki Gomi. Lagu tentang jatuh cinta yang dibawa saat itu 100 murni atas pemikiran Laleilmanino. Belum ada masukan dari JKT48.

Setelah membedah lagu awal tersebut, Gomi lantas memberi masukan. Bahwa lagu tersebut perlu diubah. Lebih spesifik dari jatuh cinta. Yakni, pernikahan. Laleilmanino menyanggupi revisi tersebut. ’’Kami lantas pulang. Saya ke rumah, tetapi Lale dan Ilman ternyata ke studio,’’ kata Nino.

Menurut Nino, mengubah lirik yang sudah jadi lebih sulit daripada membuat lagu baru. Selain bertemakan tentang pernikahan, Gomi juga menitipkan sesuatu pada lagu itu. ’’Ingin di lagunya ada lonceng pernikahan,’’ imbuhnya.

Lantaran temanya jadi permnikahan dan ingin ada suara lonceng, lirik yang sudah jadi disebut Nino tidak lagi nyambung. Jadi, perlu adjustment. Di studio, Lale dan Ilman langsung menerjemahkan permintaan Gomi untuk merevisi lagu yang sudah jadi. Sementara di rumah, Nino sedang menonton klub kebanggaannya: Liverpool.

Tengah malam. Di tengah pertandingan Liverpool, ponsel Nino berdering. Ketika diangkat, Lale dan Ilman bilang bahwa musiknya sudah jadi dan meminta Nino untuk mengganti lirik. Biasanya, Nino tidak mau diganggu kalau sedang menonton The Reds.

’’Jadinya, ngeliat televisi sambil ngetik-ngetik,’’ tutur Nino. Usai pertandingan, revisi lirik selesai. Kebahagiannya dobel karena pada dini hari itu Liverpool juga menang.

Kata Nino, proses pembuatan lagu berjalan dengan cepat. Sekitar tiga atau empat jam untuk versi awal. Setelah itu, tentu saja ada beberapa revisi. ’’Lirik kelingking kita berjanji, jari manis jadi saksi itu revisi paling akhir,’’ katanya.

Menariknya, judul Rapsodi ternyata bukan pilihan awal. Sebenarnya, lagu tersebut memiliki judul yang mengandung kata Melodi. Namun, urung dipakai dan dipilih Rapsodi. Rapsodi lebih pas karena memiliki arti pernyataan kegembiraan. ’’Ini tentang lagu yang menceritakan dua orang kekasih mau bersatu selamanya,’’ terang Nino.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bekerja dengan JKT48 menyenangkan sekaligus memberikan banyak pengalaman baru. Katanya, manajemen JKT48 tahu apa yang dimau. Jadi, revisi yang diberikan bisa tepat. Bukan usulan yang mengambang. Pengalaman lainnya, mereka juga baru tahu jika proses take vocal tidak berjalan sekaligus. Melainkan per empat member.

Jadi, untuk menyelesaikan lagu Rapsodi, butuh 4 kali take vocal. Selain itu, proses pembagian suara juga menurutnya unik. Sebab, beberapa bagian dipilih berdasarkan urutan hasil voting Senbatsu Sousenkyo. ’’Ada aturan-aturan sendiri. Seperti siapa yang pertama take vocal,’’ katanya.