Kata Keluarga Pramoedya Ananta Toer Soal Bumi Manusia dan Perburuan

Kata Keluarga Pramoedya Ananta Toer Soal Bumi Manusia dan Perburuan

RADAR MALANG ONLINE – Rasa haru, bangga dan bahagia diutarakan keluarga Sastrawan dan Maestro besar Pramoedya Ananta Toer atas peluncuran trailer film Bumi Manusia dan Perburuan. Film garapan Falcon Pictures itu menjadi sebuah persembahan atas Mahakarya 2 novel Pramoedya Ananta Toer.

Pihak keluarga yang diwakili oleh putri keempat Pramoedya Ananta Toer, Astuti dan cucu Pramoedya Ananta Toer, Angga, hadir dalam peluncuran film tersebut. Mereka menceritakan sosok Pram sesungguhnya di mata keluarga.

“Jika sudah menonton atau membaca karya-karya Pram maka disebut Pramisme atau pengikut Pram. Setiap orang mengatakan Pramisme itu apa sih, adalah kebenaran keadilan dan keindahan. Keindahan dari berseni mencipta buku. Pram selalu berkata benar,” kata Astuti.

Menurutnya, Pram sejak kecil dididik keras oleh sang ayah. Pram merasa minder sejak kecil. Dan Pram sudah diajarkan ibunya sebagai manusia bebas.



“Dan pram selalu ajarkan kepada anak-anaknya menjadi manusia bebas juga. Apapun yang dikerjakan oleh anaknya, selalu mendukung selama bukan kejahatan,” jelas Astuti.

Cucu Pramoedya Ananta Toer, Angga merasa bangga dan bahagia atas peluncuran film tersebut. Angga dan para cucu pun masih senang menulis meneruskan perjuangan sang kakek lewat tulisan.

“Sebagai cucu, tentu semua keluarga kami bingung mengekspresikan seperti apa. Ini kebahagiaan luar biasa buat kami. Apalagi pak Pram dari semasa hidupnya menginginkan karyanya difilmkan. Baru sekarang bisa terwujud. Kami bahagia,” ujar Angga.

Film Bumi Manusia dan Perburuan akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 15 Agustus 2019. Film Bumi Manusia akan menghadirkan pemeran yaitu Iqbaal, Mawar De Jongh, Ine Febriyanti, Ayu Lkasmi, DonnyDamara, Giorgino Abraham, Bryan Domanu, Jerome Kurnia, Hans De Krekker, Ciara Brosnan, dan Christian Sugiono. Sedangkan film Perburuan diperankan oleh Adipati Dolken, Ayushita, Ernest Samudra, Khiva Iskak, Michael Kho, Rizky Mocil, dan Egy Fredly.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani