Hibur Pelajar Bekasi, Boyband Latin CNCO Bawakan 3 Hits Andalan | RADAR MALANG ONLINE

Hibur Pelajar Bekasi, Boyband Latin CNCO Bawakan 3 Hits Andalan | JawaPos.com




RADAR MALANG ONLINE – Boyband asal Amerika Latin, CNCO memang sedang digandrungi remaja puteri. Boyband yang melejit berkat hist andalan ‘Reggaenton Lento’ ini pun akhirnya datang ke Indonesia untuk menghibur penggemarnya.



CNCO merupakan boyband asal Amerika yang tampil dalam bahasa Spanyol. Mereka berasal dari kompetisi musik Univision, La Banda yang diikuti oleh ribuan remaja di Amerika Serikat. Group vokal yang digawangi oleh Christopher, Richard, Zabdiel, Joel dan Erick ini pun berhasil membuat histeris pelajar SMA Ananda di Bekasi dengan 3 hits andalannya, diantaranya ‘Quisiera’, ‘Tan Fácil’, Reggaetón Lento (Bailemos)’.






Melalui perwakilan label Sony Music Indonesia, CNCO mengaku sangat kagum dengan para penggemar di Indonesia yang telah menyambut luar biasa. “Mereka cukup kaget, bahwa welcoming dari fans di Indonesia sebesar ini. Gak nyangka banyak yang hafal lagu-lagunya,” ucap Imam Pratomo, Internasional Marketing Sony Music Indonesia saat konferensi press di Jakarta.



Pihak Sony Music menjelaskan kehadiran CNCO ke Indonesia merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi yang dijalankan boyband asal Amerika Serikat ini. “Kami berharap kehadiran CNCO di ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ ini lebih memperkaya musik-musik kita. Terutama musik latin yang mereka bawakan,” ucap Imam.





Sementara itu diungkapkan Norma Sari Dewi selaku General Manager Marketing PT. Sinar Sosro, ‘Fruit Tea School Sensation’ ini merupakan sebuah ajang kolaborasi dengan pelajar setingkat SMP/SMA untuk menyelenggarakan pentas seni di sekolah yang dikemas dengan beragam jenis kesenian mulai seni tari, teater, musik. Sebagai bonus akan ditampilkan line up artist yang digemari anak muda.



“Tujuannya adalah memberikan wadah berekspresi sesuai minat dan pengembangan bakat di bidang seni. Diharapkan lewat acara ini dapat menjadi media positif agar pelajar terhindar dari hal negatif seperti tawuran, narkoba dan bullying,” ujar Dewi.



Sebagai informasi tambahan, ajang ini telah berjalan sejak tahun 2016 yang melibatkan sekitar 259 sekolah di seluruh Indonesia. Di tahun 2018 telah dimulai sejak bulan Juli lalu dan akan berakhir November mendatang.



(fid/JPC)