Cerita Terpilihnya Adrian Yunan Tampil di Festival Musik Internasional

Terpilihnya Adrian merupakan rekomendasi dari music director acara tersebut, Sydney Tan. Nantinya, Adrian akan tampil bersama 20 musikus dan seniman penyandang disabilitas lainnya dari seluruh kawasan Asia Pasifik. Sebagai bintang tamu, hadir juga musikus dan seniman dari Kanada, Inggris, dan Prancis.

“Kenapa saya (yang dipilih), pertama, jelas karena difabel. Lalu, secara pribadi Mr. Sidney bilang suka sama musik saya. Karena secara kesuluruhan kan musik saya pop, tapi ada folk-nya. Mereka suka dan mereka mungkin juga suka undercover,” ungkap Adrian Yunan pada wawancara eksklusif bersama JawaPos.com beberapa waktu lalu.

INTERVIEW WITH ADRIAN YUNAN
(YouTube/Jawa Pos)

Sidney Tan pun secara langsung memilih lagu Mainan dan Lari sebagai lagu yang akan dibawakan Adrian nantinya.

“Mungkin secara tematik lagu itu juga mewakili buat performance ini. Sebenernya lagu yang langsung ke isu difabel ada, judulnya ‘ruang yang sama’, tapi menurut saya secara musikal dia lebih suka dua lagu itu (Mainan dan Lari) karena lebih folky,” lanjutnya.

Dalam konser tersebut nantinya, Adrian dibantu sejumlah musikus, seperti gitaris Toto Tewel dan perkusi, Wahyu Mi Corazon. Toto merupakan salah satu gitaris legendaris di Indonesia yang pernah menjadi personel grup band ELPAMAS, Kantata Takwa, Swami, dan Dalbo. Nantinya, Toto akan bermain gitar dan Wahyu bermain perkusi juga angklung.

“Nanti saya perform sama mereka membawakan dua lagu itu, dikemas secara beda lah. Wahyu nanti bawa satu angklung juga dari sini, sejauh ini kita udah latihan-latihan sih,” imbuhnya.

Sesuai dengan tema acara, mengangkat inklusifitas kaum difabel, acara tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi penyandang difabel untuk semangat berkesenian.

“Karya-karya yang ditampilkan di acara itu harus punya semangat dan sidik jari kita. Performing art kan banyak jenisnya ya, tapi kalau lukis kan susah, jadi paling nyanyi, nari, teater,” katanya.

Adrian Yunan telah kehilangan penglihatannya sejak 2010 karena virus tokso yang menyerang kekebalan tubuhnya hingga menyebabkan kebutaan. Sempat terpuruk dalam gelap, Adrian pelan-pelan merangkak menuju cahaya, anak dan istrinya. Berkat kedua permata hatinya itulah dia bangkit kembali meski kini berkarya dalam gelap.

“Saya sempat sangat terpukul. Hopeless banget lah. Tapi, ketegaran sang istri dan energi dari si buah hati mengembalikan semangat saya, lagu Lari itu juga salah satu kisah perjalanan spiritual saya,” ungkapnya.

Bagaimana pun, saat ini mantan bassist Efek Rumah Kaca (ERK) tersebut merasa senang dan bangga karena tidak menyerah begitu saja. Bahkan, kini dia diundang mewakili penyandang disabilitas untuk tampil di True Colours Festival.

“Saya senang dan bangga karena di luar dugaaan, album kita (Adrian Yunan dibantu Istri) kecil-kecilan, promonya juga nggak terbilang besar, tapi ternyata kita terdeksi oleh mereka. Sintas (album solo Adrian Yunan) didengar sampai sana, kita cuma punya media sosial, kita upload ke YouTube, ke Instagram, bangga lah,” tukasnya.


(yln/JPC)