Cerita Adi Putra Masuk Daftar 74 Ikon Apresiasi Pancasila 2019

Cerita Adi Putra Masuk Daftar 74 Ikon Apresiasi Pancasila 2019 - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila menetapkan 74 Ikon Apresiasi Pancasila 2019. Tokoh yang masuk dalam daftar berasal dari beragam latar belakang,mulai dari sains dan inovasi, olahraga, seni budaya, bidang kreatif hingga social entrepreneur. 

Salah satu ikon dari bidang seni budaya yang terpilih adalah Adi Putra. Ia adalah sutradara dan seniman fotografi yang karya-karyanya banyak mendapat apresiasi positif di kancah internasional yang membawa harum nama Indonesia. Saat berusia 22 tahun, ia melenggang di karpet merah Cannes Film Festival 2012 lewat filmnya berjudul ‘Adam’ di kategori Short Corner. 

Ia juga pernah berkolaborasi dengan musisi Moby di video klip  ‘A Case For Shame’ serta menggelar pameran foto di Amerika Serikat hingga Jepang. Karya eksperimentalnya mengajak Anda masuk ke dalam dunia surealisme dengan permainan komposisi warna yang nostalgic. 

BACA JUGA: Foto Karya Adi Putra Harumkan Nama Indonesia di Jepang



Adi pun sempat tak menyangka terpilih menjadi ikon Pancasila. Pasalnya, karya-karyanya lebih banyak dipamerkan di luar negeri dan tidak banyak pemberitaan tentangnya di Indonesia. “Saya tidak mengira. Selama ini, saya mengira kalau kerjaan saya tidak di-notice oleh negara. Karena memang saya kerja sendiri, tidak menggembar-geborkan, nggak bilang-bilang. Jadi saat saya mendapat ini, ‘Wow, keren’. Rasanya bangga. Orang tua saya juga bangga,” ujar Adi.

“Apalagi saat saya lihat list-nya, banyak orang-orang yang saya kagumi dan saya lihat waktu kecil seperti Cristine Hakim, Addie MS, dan lain-lain. Ikon-ikon yang saya tonton saat masih kecil,” tambahnya.

BACA JUGA: Keren, Sutradara Indonesia Garap Video Klip Band Asal Jepang

Meskipun banyak berkarya di luar negeri dan lebih banyak mendapat apresiasi dari luar negeri tetapi hal itu tidak menyurutkan kecintaan Adi terhadap Indonesia, tanah kelahirannya. “Saya lahir di sini. Bagaimana pun juga, Indonesia sudah bagian dari identitas saya. Saya tidak bisa, tidak cinta dengan identitas saya sendiri. Kalau saya tidak cinta dengan Indonesia, itu sama saja saya tidak cinta dengan identitas saya,” terang Adi.