Catat 4 Fakta Piano yang Jarang Diketahui Pemula

Catat 4 Fakta Piano yang Jarang Diketahui Pemula

RADAR MALANG ONLINE – Alunan nada yang lembut dari piano tak jarang membuat orang merasa tenang saat mendengarnya. Bahkan, agar memberikan efek yang real pada pendengar, seorang pemain piano harus memiliki ikatan yang kuat saat memainkan sebuah lagu.

Di Indonesia, piano sendiri diakui masih menjadi alat musik yang mewah. Sehingga, orang yang memiliki skills bermain piano lebih sedikit dibandingkan alat musik lainnya. Menurut Nathania Karina, ada dua kendala yang sering ditemui masyarakat ketika ingin bermain piano.

“Pertama, seperti yang sudah disebutkan yakni mahal harganya. Lalu kedua, tak semua orang punya ruang yang cukup untuk menempatkan piano. Apalagi suara piano tak bisa diredam, khawatir mengganggu tetangga dan lainnya,” ujar Nathania saat peluncuran dua seri piano digital Privia ‘CASIO PX-S’ dan ‘CASIO CDP-S’ di Jakarta, Selasa (2/7).

Meski demikian, ungkap Nathania, keinginan untuk bisa bermain piano kian digemari masyarakat. Sebab, bagaimanapun juga bermain piano merupakan skills yang akan terus dipakai dan memiliki manfaat lainnya seperti menenangkan pikiran.



Nah, untuk Anda yang ingin belajar, tak ada salahnya mengetahui 4 fakta tentang piano. Sehingga tidak salah kaprah dan lebih mantap mengasah skills pianonya.

1. Bedanya Piano dengan Keyboard

Bagi Nathania, harus dimengerti dulu bedanya piano dengan keyboard. Sebab keduanya berbeda. Keyboard memang tak serumit piano. Instrumen yang ada pada keyboard pun sama seperti piano sehingga lebih mudah dipelajari.

Tapi, kalau ingin bisa main piano, tak bisa memulainya dari keyboard. Sebab, orang yang bisa main keyboard belum tentu akan akrab dengan piano. Ini dikarenakan tuts diantara piano dan keyboard berbeda.

“Tuts piano itu lebih keras sehingga perlu ditekan dengan kuat. Sedangkan keyboard itu enteng. Khawatirnya kalau terbiasa dengan keyboard, jarinya tak akan kuat main piano,” ujar Nathania.

Nathania Karina saat memainkan piano digital Privia. (Nurul Adriyana/RADAR MALANG ONLINE)

Salah satu solusinya jika ingin bermain piano namun ringkas adalah dengan piano digital. Kenapa beda dengan keyboard? Piano digital tetap memiliki tuts yang sama dengan piano akustik.

“Piano digital Casio memiliki tuts yang sama berat dengan piano, jadi buat pemula khusus milenial bisa menyalurkan bakatnya dengan mudah. Sebab piano digital bisa disambungkan dengan perangkat pintar dan mudah dibawa,” ujar Hendra selaku Business Relations Manager, EMI Division, CASIO Singapore, Pte., Ltd. Jakarta Representative Office.

2. Akankah Jari Rusak Kalau Main Piano?

Nah, kekhawatiran ini memang masih ditemui ketika ingin bermain piano. Nathania menegaskan kalau cara mengajar dulu dengan sekarang tentu berbeda. Zaman dulu atau sekitar 20 tahun lalu, diakuinya, kalau belajar piano harus mulai latihan ‘Do’ dulu menggunakan ibu jari.

Padahal, ibu jari atau jempol adalah bagian jemari yang paling lemah. “Makanya kalau sekarang, kami mulai dengan jari yang paling lincah dulu, kalau mulai dari ibu jari maka itu akan mengubah bentuknya dan akan sudah diperbaiki,” ujar Nathania.

3. Usia yang Tepat Untuk Belajar Piano

Bagi Nathania, sebenarnya usia yang tepat jika ingin mengenalkan musik adalah saat golde age-nya anak-anak. Yakni 1-5 tahun. Karena pada saat itu, anak bisa menyerap informasi lebih sempurna karena perkembangan motoriknya.

Tapi, ia menekankan, ada baiknya memerhatikan perilaku anak terlebih dulu sebelm memasukkan ke tempat les musik. “Lebih baik memang seperti itu (usia 1-5 tahun), tapi umur itu bukan patokan. yang di atas 7 tahun pun bisa belajar. Tergantung perilaku si anak apakah sudah bisa fokus atau belum,” terangnya.

Untuk anak, biasanya bisa belajar menggunakan piano digital. Karena memudahkan tapi tetap hadir seperti piano akustik. Pada dasarnya bukan brand mana yang terdepan. Tapi sejauh mana bisa memfasilitasi kebutuhan dengan segala kecanggihan teknologi dalam piano digital.

4. Manfaat Bermain Piano

Dilansir dari Piano Dreamers, Rabu (3/7), bermain piano bisa meningkatkan memori kerja otak. Bahkan dalam masa kanak-kanak, saraf akan mengalami proses meilinisasi yang membantu membantu sinyal bergerak lebih cepat pada otak.

Nathania sendiri mengungkapkan, kalau bermain piano memang bisa meningkatkan otak kiri dan kanan bahkan fokus. Namun, manfaat yang paling penting adalah memiliki skills dikemudian hari. “Saya suka menerapkan bukan lagi ke masalah untuk bisa fokus tapi lebih ke skills, yang akan berguna dilain hari,” tutupnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah