Carlos Santana dan “Smooth” yang Melegenda

Carlos Santana dan

RADAR MALANG ONLINE – Gitaris gaek keturunan Meksiko Carlos Santana mungkin tidak pernah menyangka ia bakal menelurkan sebuah lagu hits yang paling sukses melegenda sepanjang karirnya pada bulan Juni 20 tahun silam. Berduet dengan vokalis band rock Matchbox Twenty Rob Thomas, Smooth bisa dibilang merupakan tembang Santana yang membuat keberadaannya disadari oleh dunia.

Menengok sejenak ke era 1990-an di mana blantika musik sedang diserbu boy band dan para penyanyi pop raksasa seperti Britney Spears, Christina Aguilera dan nama-nama lainnya, sosok Santana memang lenyap sama sekali dari radar publik.

Maklum, selain karena selera pasar yang tengah menggandrungi lagu-lagu pop manis nan enerjik, Santana memang belum pernah lagi menelurkan hits setelah tampil dengan sukses di gelaran musik akbar Woodstock 1969. Kepopulerannya betul-betul merosot di awal tahun 1980 hingga penghujung 1990 sebelum akhirnya memutuskan untuk hiatus selama tujuh tahun.

Gairah Santana menciptakan lagu hits mulai muncul sekitar 1997 ketika istri dan anak-anaknya mulai mengeluhkan eksistensinya di dunia musik lantaran lagu-lagunya sangat jarang terdengar di radio.



“Setiap aku dan anak-anakku mendengarkan radio di mobil, mereka selalu bilang kalau lagu-lagu saya sudah jarang sekali dimainkan. Kalaupun ada, itu pun hanya Black Magic Woman (dari album Abraxas, Red),” ujar Santana seperti dikutip dari Rolling Stone.

Sang istri, Deborah, lalu ‘membangunkan’ Santana dari tidur panjangnya untuk kembali berkarya. “Kau harus kembali menciptakan lagu bagus dan sukses secara komersial, Carlos!” katanya.

Sebagai langkah awal, sesuai saran Deborah, Santana lalu mengundang kawan lamanya, Clive Davis untuk hadir menyaksikannya bermain di Radio City pada Juli 1997. Davis, yang saat itu merupakan Presiden Arista Records, adalah sosok yang ikut andil dalam membantu Santana di awal karirnya.

Sepakat untuk bertemu, Santana pun mencurahkan kegundahannya kepada Davis. Melihat api yang masih membara dalam diri Santana, Davis pun menyanggupi permintaan sahabatnya itu. “Izinkan aku campur tangan di dalam pengerjaan album yang berikutnya. Kamu ciptakan tujuh lagu, aku ciptakan tujuh lagu,” ujar Davis kala itu.

Kesepakatan itu menjadi titik awal penggarapan Smooth yang menjadi salah satu lagu di album Santana yang paling fenomenal, Supernatural.

Santana berfoto bersama delapan piala Grammy Awards yang ia menangkan lewat lagu Smooth dan album Supernatural. (Reed Saxon/AP)

Bahu-membahu, keduanya pun mulai menciptakan karya yang melibatkan banyak nama tenar. Mulai dari gitaris Inggris legendaris Eric Clapton, Lauryn Hill, Everlast, sampai Dave Matthews. Namun, dari semua lagu yang dihasilkan dari kolaborasi itu, mereka belum menemukan lagu yang cocok dijadikan ujung tombak.

Gayung bersambut, salah satu eksekutif Arista Records yang bernama Gerry Griffith tiba-tiba merekomendasikan seorang penulis lagu yang yakin bisa menciptakan hits yang ditunggu-tunggu tersebut. Penulis lagu itu bernama Itaal Shur.

Seiring berjalannya proses penulisan lirik dan aransemen, lagu berjudul Room 17 pun lahir dari buah pikir Shur. Dilalah, Santana tidak menyukai sebagian lirik yang ditulis.

Solusinya? Shur harus berbagi pikiran dengan seorang pencipta lagu lainnya untuk menyempurnakan lirik tersebut.

Di tengah kebuntuan, seorang eksekutif A&R Arista Records bernama Peter Ganbarg yang ikut sibuk dalam menangani pembuatan album Supernatural menelepon salah satu koleganya yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif EMI Music Publishing, Evan Lamberg.

Kepada Evan, Peter menuturkan bahwa ia sedang mencari sosok yang mampu menulis lirik dengan baik untuk membantu Shur dalam menciptakan lagu untuk Santana.

Tanpa pikir panjang dan makan waktu lama, Evan pun langsung menyebut satu nama: Rob Thomas dari Matchbox Twenty.

Bersama-sama, Thomas dan Shur pun merombak ulang lirik lagu Room 17. Thomas, yang mengambil sudut pandang lagu dari pengalamannya bersama tunangan yang lalu menjadi istrinya, Marisol, mengganti judul Room 17 menjadi Smooth.

Masalah belum selesai. Mereka belum menemukan nama penyanyi yang cocok. Beberapa nama tenar seperti George Michael dan Jon Bon Jovi sempat muncul untuk menyanyikan lagu tersebut. Namun, setelah melalui beberapa proses ide, semua telunjuk akhirnya mengarah kepada Thomas untuk membawakan lagu itu.

“Rob harus menyanyikan lagu ini!” kata Santana yakin.

Apa yang terjadi berikutnya, adalah sejarah. Smooth memenangkan tiga Grammy Awards 2000 dalam kategori Record of the YearSong of the Year, dan Best Pop Collaboration with Vocals. Total, Santana menyabet delapan piala Grammy Awards dari Smooth dan album Supernatural.

Carlos Santana dan Rob Thomas tentu tidak akan hidup selamanya, tapi Smooth akan terus abadi dalam kenangan hingga sekian dekade ke depan.

Gimme your heart, make it real, or else forget about it!