Buffalo Boys, Film Koboi Rasa Lokal dengan Aksi Mendebarkan

Buffalo Boys, Film Koboi Rasa Lokal dengan Aksi Mendebarkan

RADAR MALANG ONLINE – Film petualangan Buffalo Boys telah resmi tayang hari ini, Kamis (19/7). Menariknya, film ini menyuguhkan terobosan baru untuk industri film tanah air, yakni bercita rasa internasional. Pasalnya, sang sutradara memang menggabungkan genre barat dan timur menjadi satu dalam film yang disebutnya action-fantasy ini.

“Saya menggabungkan setengah-setengah, west to east, east to west. Film ini terinspirasi dari masa kecil saya dan orang kebanyakan yang menyukai genre fantasi. Lalu terpikir, kenapa tidak saya ciptakan film yang mengangkat cerita Indonesia, karena pada masanya, memang banyak orang Asia yang merantau ke Amerika sana,” kata sutradara Mike Willuan usai gala di CGV Grand Indonesia, Rabu malam (18/7).

Film yang menggunakan alur campuran tersebut berdurasi 110 menit. Sepanjang waktu itu, penonton akan disuguhkan adegan aksi yang tak kalah dengan film hollywood. Bahkan, animasi yang digunakan dalam film ini tidak berlebihan, sehingga tidak menimbulkan kesan lucu seperti film lokal lainnya.


Official Trailer BUFFALO BOYS (2018) Pevita Pearce, Yoshi Sudarso & Ario Bayu
(YouTube/Screenplay Films)

Sejak menit pertama, film besutan sutradara Mike Wiluan ini telah menyuguhkan adegan pertarungan yang menarik di kereta. Bahkan, setiap karakter memiliki gaya dan cara bertarungnya sendiri.



Buffalo Boys sendiri menceritakan kisah tentang dua pangeran Jawa. Diperankan oleh Ario Bayu (Jamar) dan Yoshi Sudarso (Suwo). Ayahnya yang merupakan seorang Sultan tewas karena penjajah dan menitipkan mereka ke Tio Pakusadewo (Arana). Mereka pun mengungsi ke Amerika.

Setelah beberapa dekade di pengasingan di Wild West Amerika, keduanya pulang ke Jawa untuk membalas dendam atas pembunuhan ayah mereka. Mereka kemudian bertemu dengan sekelompok penduduk desa yang melawan penguasa asing dan berusaha untuk membawa keadilan ke wilayah tersebut.

Gambaran Indonesia pada era kolonial pun terlihat digarao dengan apik hingga membawa penonton ditarik ke dunia Buffalo Boys. Meski Ario Bayu dan Yoshi Sudarso tak begitu cocok disandingkan sebagai kakak beradik secara fisik, namun keduanya layak digandrungi para perempuan se-Indonesia setelah aksinya di film ini.

Sejumlah aksi mendebarkan ditampilkan secara apik. Adegan pertarungan, penyerangan, hingga eksekusi tampil meyakinkan. Nuansa film koboi ala Barat pun cukup kental. Tetapi, tetap bercita rasa lokal karena kendaraan yang ditungganginya adalah kerbau.

Tak kalah menarik, Pevita Pearce (Kiona) dan Hannah Al Rasyid (Audrey) pun layak dianugerahi penghargaan atas perannya di film ini. Tampil di luar karakter yang biasa mereka perankan, keduanya nampak meyakinkan bahwa perkelahian telah menjadi makanan mereka sehari-hari.

Tentunya, film ini akan tidak menarik bagi penggemar film drama romantis atau komedi. Apalagi, film ini bakal dipenuhi dengan adegan laga yang menegangkan. Film ini wajib ditonton bagi mereka yang penasaran film Indonesia dengan cita rasa berbeda.

video

(yln/JPC)