Adrian Yunan Bangga Musisi Indie Semakin Dikenal

Adrian Yunan Bangga Musisi Indie Semakin Dikenal

Adrian Yunan saat ditemui di rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.
(DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

JawaPos.com – Musisi Adrian Yunan bangga melihat perkembangan musik indie di tanah air. Menurutnya, industri musik di Indonesia semakin sehat dengan semakin diterimanya musik indie oleh pasar.

Lagu-lagu milik Stars n Rabbit, Efek Rumah Kaca, Kelompok Penerbang Roket, hingga Fourtwnty sudah sering diputar di radio. Bahkan, para musisi yang memilih jalur indie tersebut kerap tampil di acara-acara musik di tanah air.

Sebagai musisi yang pernah dan masih merasakan perjuangan bermusik dengan idealisme, Adrian mengaku terbantu dengan adanya media sosial (Medsos). Dengan mudah, karyanya dikenal hingga ke daerah yang jauh bahkan negara lain hanya dengan mengunggahnya di medsos.

Namun, lanjutnya, penerimaan pasar tetap tergantung dari kualitas karya yang dihasilkan oleh musisi itu sendiri. Karya yang bagus pasti akan diapresiasi dengan baik, walaupun dalam prosesnya kerap tidak mudah.



Ketika diminta memilih, mantan bassist Efek Rumah Kaca (ERK) ini mengaku tetap setia bermusik sesuai idealismenya. Menurutnya, kejujuran dalam bermusik adalah suatu keharusan.

INTERVIEW WITH ADRIAN YUNAN
(YouTube/Jawa Pos)

Berikut tanya jawab JawaPos.com dengan Adrian Yunan mengenai perkembangan musik Indie di tanah air.

Band indie kan sudah banyak yang dikenal, tanggapannya mas Adrian sebagai musisi yang susah payah dulu dengan Efek Rumah Kaca?

Seneng. Saya rasa bukan hanya di musisi indie ya, tapi musisi yang nggak indie pun harus struggle karena persaingan di industri musik kan lumayan keras ya. Misalkan, di label-label besar yang nggak indie, mereka juga antre buat produksi album.

Musisi indie juga begitu. Bahan bakar utamanya adalah karya yang bagus. Setelah itu, bedanya musisi indie harus struggle juga harus dalam strategi pemasaran. Sekarang udah banyak kan musisi indie. Seneng. Jadi musik sehat menurut saya. Banyak pilihan lah.

Menurut mas Adrian, apakah ini karena pasar saat ini lebih bisa menerima musik indie dibandingkan dulu?

Jadi gini, kalau dulu kira-kira bisa dihitung jari musisi indie yang bisa main di pensi sama acara yang disponsori sama sponsor besar. Sekarang lebih banyak. Jadi, lebih sehat.

Jadi, pasar menerima musik indie karena media pemasarannya lebih terbuka?

Kalau menurut saya, pasar itu sebenarnya dia lebih menerima. Jadi, apapun yang mereka dapat, kalau mereka dapatnya cuma sedikit, ya itulah yang mereka telan. Kalau sekarang mereka (musisi)) dapatnya lebih banyak karena medsos (media sosial) lebih banyak dipakai, mereka lebih gampang promo. Jadi pasar lebih dapat info lebih banyak, pilihannya lebih banyak. Jadi mereka bisa punya pilihan lah

Kalau dari sisi kualitas, menurut mas Adrian bagaimana?

Makin ke sini bagus. Pertama, dari materi udah pasti mereka lebih bebas. Mereka masing-masing bisa berkaya menurut musik mereka masing-masing. Jadi, karyanya bervariatif. Terus standarnya juga, standar musik bagus juga berkembang terus, nggak ada ukuran yang baku lah.

Apakah berkarya di jalur indie menjanjikan dibandingkan gabung di label besar? Sehingga banyak musisi muda yang memilih jalur indie?

Buat musisi yang sebenarnya punya banyak keinginan yang nggak tersampaikan waktu mereka di label besar, indie lebih menjanjikan karena kan sebenarnya setiap orang pengen bermusik menurut cara mereka. Itu yang nomor satu.

Bonusnya, kalau mereka terpromokan, mereka dapat hal yang lain. Misalkan, mereka dapat finansialnya.

Kalau dapat finansial doang, kira-kira kalau saya nih membayangkan saya dapat finansialnya tapi banyak nih lagu-lagu yang tersimpen nggak bisa saya mainkan, nggak bisa saya keluarin karena menurut industri musik nggak laku. Kan lebih enak kalau dapat dua-duanya. Saya suka terus saya tetap dapat respon dari masyarakat.

Kalau mas Adrian adakah keinginan bergabung di label besar?

Kalau mendengar cerita dari teman-teman yang udah pernah di label sih rasanya enakan sendiri. Dalam banyak hal kok sebenarnya. Jadi, produksi albumnya bisa ngatur sendiri waktunya, nggak dikejar deadline kayak orang-orang proyek istilahnya. Deadline-nya bisa kita atur sendiri. Terus, finansialnya kita juga bisa atur sendiri. Kalau dapat sesuatu walaupun sekecil apapun kita bisa ngatur sendiri.


(str/JPC)